Penerapan E-learning di Tingkat Universitas

Penerapan E-learning di Tingkat Universitas

E-learning atau online course atau disebut juga kuliah online adalah proses perkuliahan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang terkoneksi dengan internet. Saat ini, e-learning terbukti lebih praktis. Banyak universitas mulai menggunakan kuliah online yang tidak dipungut biaya. Hal itu menunjukkn kemudahan dan kenyamanan metode untuk menuntut ilmu dalam berbagai bidang, dari hukum, akuntansi, sampai ilmu pengetahuan manusia, seperti psikologi dan sosiologi atau sejarah. E-learning menjadi alternatif yang bagus untuk universitas, terutama untuk orang-orang yang tidak mempunyai waktu dan uang untuk mengambil kuliah yang sebenarnya.
Walaupun banyak orang yang masih mempertimbangkan masuk universitas menjadi jalan yang tepat untuk menuntut ilmu dan mendapat gelar diploma, e-learning ternyata menjadi pilihan yang bagus. Mahasiswa mempunyai kesempatan belajar menyesuaikan dengan waktu yang dimiliki dan tentunya gratis. Hal ini tentunya menjadi jalan yang efektif untuk belajar dalam bidang apapun dan membutuhkan tingkat motivasi diri yang lebih besar. E-learning menjadi efektif karena mahasiswa dapat menyelesaikan tugas rumahnya dengan cepat, dan tidak ada waktu yang terbuang ketika melakukan hobi atau mencari pekerjaan.
Akses kuliah online ini membantu mahasiswa untuk belajar dimanapun mereka berada, menjauhkan mereka dari kebebasan dan memilih untuk belajar. Dengan mengunakan koneksi internet, seseorang dapat hadir dalam kuliah online yang berbeda. Kelebihan kuliah online yang lain yaitu mahasiswa menjadi lebih bertanggung jawab dan disiplin.
Dilansir dari tirto.id. Beberapa universitas kini sudah menyediakan layanan sistem e-learning yang memungkinkan peserta didik untuk mengikuti perkuliahan dengan jarak yang jauh. Hal ini terwujud berkat adanya Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2012. Universitas yang telah menerapkan sistem e-learning diantaranya adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gunadarma, Universitas Bina Nusantara, dan Universitas Mercu Buana.
Bagaimanapun e-learning tidak melibatkan interaksi manusia. Kekurangan yang lain mengacu pada faktanya bahwa kuliah online tidak dapat mengatasi ribuan mahasiswa yang mencoba ikut forum diskusi. Kuliah online sangat bergantung pada jaringan internet, apabila jaringan lambat atau susah sinyal maka proses pembelajaran akan terhambat.  Memang terdapat beberapa kekurangan dari model e-learning sendiri, namun e-learning dapat menghemat biaya transportasi dan fleksibel. Selain itu, materi perkuliahan bisa dipilih sesuai tingkat kemampuan dan mahasiswa dapat melihat kembali materi yang telah diajarkan yang bisa di-download melalui ­smartphone atau laptop. Dalam hal kedisiplinan mahasiwa dilatih untuk lebih bertanggung jawab, kreatif, dan juga mandiri. Sehingga membentuk pribadi yang lebih percaya diri dan disiplin supaya tidak tertinggal dalam pembelajaran.
Jadi, e-learning bisa dilihat sebagai pelengkap dari kelas biasa. Bukan berarti e-learning sepenuhnya bisa menggantikan kontak secara pribadi dengan dosen maupun hubungan manusia yang dapat berkembang di suatu diskusi dalam grup. Jadi, kelas biasa tidak harus tergantikan dengan e-learning.

Comments

Popular Posts